A Journey of Life
This blog is made for all ages arround the world. I offer readers with all of features. The theme is abot life. Life not only material or phsycal only but also everythings we know in our life. We life for future.
MISS MAS SMADA 2009
Miss Mas SMADA 2009 adalah rangkaian acara PHBN dalam menyambut Hari Kartini dan Hari Pedidikan Nasional di SMA Negeri 2 Kediri yang rutin diadakan setiap tahun.
My First Book "Unforgettable Moments"
Kisah-kisah di buku ini adalah kisah penuh warna yang dialami oleh para kontributornya. Dari segala kisah yang ada diharapkan dapat memberikan pelajaran, hikmah, inspirasi dan manfaat bagi pembaca.
My Second Book "Kunti, I Love You dan Komedi Putar"
Buku 2 in 1 ini menyajikan 44 kisah cinta Pocong dan Kunti paling gokil dan romantis dan 34 kisah gokil berhadiah tawa yang pernah dialami oleh para penulisnya.
My Third Book, "Tas, Buku, dan Sepatu"
Buku ini adalah persembahan dari kawan-kawan grup Bunga Fiksi untuk mereka yang tak kenal lelah berjuang dan bertahan menggapai mimpi di bawah atap mata air ilmu, yaitu sekolah
Kamis, 30 Juni 2011
Jeritan Rakyat Jelata
Kamis, 31 Maret 2011
Wacana Pembatasan BBM Bersubsidi
Dengan analisis yang dapat penulis sampaikan berdasarkan hasil pengamatan, survey, informasi lainnya seharusnya pemerintah mengambil kebijakan bijaksana. Kebijakan ini diharapakan dapat memberikan dampak positif dan tidak menyebabkan berat sepihak. Penilaian yang diberikan haruslah objektif serta logis sehingga memberikan penyelesaian masalah yang tidak menimbulkan masalah baru.
Kita mengetahui konsumsi BBM Premium ini tidak hanya dilakukan masyarakat kalangan menengah ke bawah tetapi juga menengah ke atas. Terlihat mobil mewah berantre di pompa premium. Sungguh ironis jika hal ini dibiarkan begitu saja. Dalam sebuah wacana akan ada pembatasan pada mobil keluaran lama dan baru. Sebaiknya sikap ini bisa bisa diselesaikan dengan memberikan BBM Premium pada kendaraan umum saja (angkutan umum /plat kuning). Kebijakan ini dapat meringankan beban biaya angkutan dengan harapan masyarakat menengah ke bawah khususnya dan masyarakat menengah ke atas umumnya memilih angkutan umum sebagai alat transportasi bukan kendaraan pribadi. Jika memilih kendaraan pribadi masyarakat harus menanggung konsekuensi dengan BBM tak bersubsidi. Pilihan ini akan meminimalisir kemacetan dan polusi udara. Selain itu dapat memberikan lapangan pekerjaan labih luas di bidang transportasi jika penumpang mengalamai kenaikan.
Kebutuhan BBM juga sangat penting bagi biaya produksi Pupuk, di mana Pupuk merupakan komoditi utama bagi masyarakat Indonesia. Kita mengetahui bahwa masyarakat Indonesia mayoritas bertani, tentu hal ini pada kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dengan adanya BBM Bersubsidi yang disalurkan langsung untuk produksi Pupuk tentu akan meringankan beban biaya produksi sehingga harga pupuk lebih murah dan akan membantu produktivitas petani untuk mengembangkan lahannya. Dengan program ini diharapkan memberikan kontribusi besar sehingga kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi oleh petani lokal saja, tanpa harus mengimpor komoditi pertanian lain.
Kebutuhan primer yang tidak kalah penting bagi masyarakat umum tentu adalah kebutuhan akan listrik. Dalam menjalankan kehidupan di zaman modern ini mereka tidak bisa terlepas akan keberadaan listrik. Seperti halnya penjelasan sebelumnya, BBM Bersubsidi sebaiknya disalurkn langsung kepada PLN sehingga dapat mengurangi beban biaya produksi. Efeknya tentu akan menjadikan tarif dasar listrik lebih murah. Masyarakat kalangan menengah ke bawh menjadi mudah untuk mendapatkan listrik.
Selain penyaluran BBM Bersubsidi yang harus diperhatikan adalah “Pengolahan Minyak Mentah” hasil SDA Indonesia. Hal yang sudah diketahui khalaak umum nahwa Indonesia memiliki SDA yang melimpah tetapi megapa masih mengalami kesulitan ekonomi. Ini adalah hal yang sangat merugikan Indonesia yaitu tentang pengolahan bahan mentah dilakukan oleh Pihak Asing. Pengolahan Minyak Mentah dari Indonesia seharusnya bisa dilakukan sendiri. Di Indonesia kan sudah ada Universitas yang membuka jurusan PERMINYAKAN, kenapa masih saja dilibatkan tangan-tangan ASING yang MERUGIKAN dan TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Andai saja Minyak Mentah ini sepenuhnya diolah sendiri oleh Bangsa Indonesia tetntu tidak akan mengalami PENIPUAN oleh pihak ASING. Tentu saja kalau minya mentah dijual lebih murah dari pada minyak olahan. Itulah AKAL BUSUK pihak ASING yang digunakan. Keanapa pihak berwenang DIAM ???? Hanya mereka yang tahu. Perjanjian apa yang tela mereka lakukan sehingga terjadi mekanisme seperti itu. Orang jelata seperti ini hanya seperti kebo yang talk tahu apa-apa.
Semoga wacana ini dapat sebagai wawasan atau ide bagi Anda yang berwenang. Tentu juga dapat segera diambil kebijakan yang memihak pada semua masyarakat.
Minggu, 30 Januari 2011
Penetapan Karir
Dalam penetapan sebuah karier ada beberapa variabel yang mengikutinya. Minat merupakan faktor utama yang akan mengantarkan kita pada tingkat keberhasilan. Tentu semua orang paham dnn mengerti akan istilah “MINAT”. Minat merupakan bentuk kesukaan, kecintaan terhadap sesuatu. Dia akan berusaha mendakapatkan hal itu karena dia minat. Bila seseorang sudah minat dengan suatu bidang pekerjaan, dia akan selalu suka dan minat dengan pekerjaan itu dan tidak mersasakan kebosanan atau kejenuhan.
Bakat merupakan faktor pendukung dari minat. Bakat dapat diketahui melalui pengukuran konkrit. Seorang yang berbakat di bidang komputer tentu dapat terlihat. Bakat seseorang itu dapat dibentuk melalui proses. Tiap orang memiliki pontensi untuk berbakat di segala bidang tergantung bagaimana dia mengasah bakat dasar yang dia miliki. Bakat di sini dapat diperoleh melalui pembelajaran yang berkelanjutan. Bakat tiap manusia akan bersifat dinamis menuju kemajuan atau kemunduran tergantung bagaimana dia mengasahnya.
Keterhubungan antara minat dan bakat tidak dapat diremehkan. Setelah mengetahui tentang definisi dan fungsi masing-masing kita harus menghubungkannya. Seorang yang memiliki minat di bidang “A” sangat besar tetapi bakat di bidang “A” cukup memadai nanti dalam proses berkarir dapat menghasilkan karya besar. Mengapa demikian. Karena orang tersebut akan berusaha dengan keras untuk melakukan hal yeng terbaik di bidang “A” karena minat yang cukup tinggi dengan bakat yang cukup memadai itu. Bakat yang terus diasah tentu akan membuat dia memiliki bakat yang lebih daripada sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, jika ada seorang yang tidak mempunyai minat di bidang “A” tetapi bakat yang dimiliki juga lebih memadai tentu jika karirnya di bidang “A” ini dipilih tentu akan menghasilkan karya yang tidak begitu berarti. Hal ini disebabkan dia tidak ada rasa minat melakukan pekerjaan di bidang tersebut. Dia akan merasa jenuh dan bosan. Dimungkinkan pada awal masuk kerja akan memikirkan kapan waktu istirahat, lalu setelah istirahat pada shift berikutnya tentu akan muncul benak pemikiran kapan dia akan pulang. Tentu hal ini akan bertolakbelakang sekalai dengan orang yang pertama. Dia akan merasa senang melakukan pekerjaan walaupun waktunya lama.
Demikian lah ulasan keterkaitan antara minat dan bakat untuk penetapan karir. Selain lebih dahulu menetapkan karir, akan mmepermudah kita dalam melangkah setelah menyelesaikan pendidikan di bangu sekolah, arah yang seharusnya kita ambil nantinya. Sehingga mampu mengurangi angka pengangguran sekarang.
Bakat yang dapat dijadikan rujukan tidah harus lah mahir, misal seorang siswa ingin menjadi dokter, dia minat di dunia medis. Dalam kepribadiaanya dia tidak takut melihat darah, bila ada kecelakaan berusaha menolong atau melihat. Kepribadian ini akan bertolak belakang dengan cenderung yang tidak ada. Bisa dilihat dia akan merasa takut untuk melihat adarah atau kecelakaan. Konklusi yang diambil aspek kebribadian juga harus diperhatikan juga. Jangan sampa merasa menyesal nantinya.
Selain itu, aspek peran dalam bermasyarakat juga harus diperhatikan juga. Mengingat kita diciptakan tidak sebagai seorang individualis, tetapi sebagai makhluk sosial sehingga diharuskan mampu hidup bermasyarakat membentuk sebuah tatanan yang dinamis dan seimbang. Orientasi berkarir antara orang yang individualis tentu akan sanagta berbeda dengan orang sosial. Dia akan merasa sukses setelah menduduki sebuah jabatan dan akan melalukan pekerjaan untuk mendapatkan material. Tidak jarang mereka akan melakukan kerja supaya dapat gaji yang dapat mengundang tindakan korupsi. Hal ini akan berbeda sekali dengan orang yang merasa dirinya diciptakan juga sebagai makhluk sosial. Dia akan melakukan pekerjaannya dengan mengukur kadar seberapa besar kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat tentu tidak melupakan kebutuhan pribadinya.
Berikut contoh yang dapat diberikan: Seseorang yang menginginkan dokter sebagai kariernya tentu akan merasa sukses setelah dapat mendapatkannya. Ini akan dialami bagi orang yang individualis. Dia akan bekerja mati-matian mengumpulkan harta dengan ilmu yang dimiliki, tahap selanjutnya ingin memperdalam ilmunya sehingga nanti akan mempermudah dia memperoleh fee/uang. Lain halnya dengan orang yang sosial, dia akan berusaha memberikan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Dia akan mengembangkan ilmunya untuk meyelesaikan permasalahan yang ada. Dia akan berpikir seberapa banayak yang sembuh yang akan dia tangani, obat apa yang akan menyelesaikan sebuah wabah penyakit.
Semoga uraian singkat dan padat ini bermanfaat bagi para pembaca. Perlu diketahui bahwa ini hanya untuk menetapkan karir sebagai pijakan melanjutkan studi. Faktor ekonomi keluarga juga perlu diperhatikan. Hal terpenting jangan sampai memilih jurusan di bangku kuliah hanya sebagai prestise lingkungan, tuntutan orangtua, dan yang menyedihkan karena ikut-ikutan saja.
Minggu, 28 November 2010
Super Power Island
Kelompok 2
Dita Sari Puspitarini “Dita”
Pradina Mudi Artyaningrum “Pradina”
Setiawan Febriyanto “Wawan”
Zulfa Mahdiatur Rasyida “Zulfa”
Seorang ilmuwan bernama Setiawan menemukan sebauh telo sehingga akhirnya dijuluki Professor Cassava. Setelah itu dia mengenalkan temuannya pada anggota tim. Pradina meneliti genetik telo sehingga dijuluki Master of Charming Genetic. Zulfa meneliti proses pembuatan alkohol dengan julukannya sebagai Alkoholic Maker. Sedangkan Dita merancang pengimplementasian alkohol ke human health denga gelas Methanol Implementer. Serangkaian proses penelitian berhasil sehingga diketemukan zat yang menjadikan hero.
Kelompok 3
Aswinta “Inta”
Efi Habibah “Efi”
Hendry Indr Pramana “Indra”
Sita Resmi Sulistyarani “Sita”
Yurike Maydika Sinatrya Sulah Wari “Yurike”
Sekelompok ilmuwan yang tergabung atas Inta, Efi, Indra, Sita, dan Yurike sedang melaksanakan misi besar tetapi salah satu ilmuwan yaitu Inta bertentangan dengan misi tersebut. Para ilmuwan lainnya berencana untuk menyingkirkan Inta. Lantas Inta dijadikan sebagai bahan eksperiment. Lalu Inta berubah menjadi Cat Women
Kelompok 4
Claresta Islamey “Rere”
Lusi Yunita Sari “Lusi”
Moch. Arief Wibisono “Wibi”
Roshinta Puspitaningrum “Roshi”
Suatu ketika seorang professor ahli implementasi yaitu professor Wbi sedang meracik sebuah ramuan. Karena zat implementasi terlalu rumit dan kompleks, pekerjaan itu membuat dia kecapekan sehingga dia beristirahat. Ketika Professor Wibi tertidur setelah membuat ramuan Perfect Women Concoction, ketiga anak asuhnya menyelinap dan meminum ramuan tersebut. Hasilnya ketiga anak asuhnya berubah menjadi Power Puff Girl
Kelompok 5
Aditya Bagas Febrian “Bagas”
Ida Farida “Ida”
Muhammad Abdul Baasith ”Baasith”
Qurrota A’yunil Huda ”A’yun”
Selvi Emma Chariaty ”Selvi”
Dalam tim ini mempunyai ide untuk menjadi X-MEN...!!! Merekapun melakukan eksperimen gila dengan memasukkan cairan pengubah genetik ke dalam tubuh mereka masing-masing. Yeeyy...!!! berhasil.. berhasil...berhasil...horreeyy!! Sekarang Bagas berubah menjadi Cyclop, Ida menjadi Jean, Baasith menjadi Wolfrine, Selvi menjadi Storm, dan A’yun menjadi Rogue
Kelompok 6
Helen Ayu Hapsari ”Helen”
Irma Dwi Yulistyani ”Irma”
Moh. Arif Shubhan Abror Habibullah ”Arif”
Rosalita Febrina Iswastika ”Rosa”
Ramuan dalam tim yang terakhir ini pun telah selesai diracik. Sruuutttt... ah segarnya ramuan watermelon illusion, blue soda electric, raspberry death, haunted lime. Ramuan segar inilah yang akan membuat tubuh mereka memiliki kekuatan SUPER POWER... yeah. Mereka pun meminumnya. Wow. . . ajaib! Tidak lama kemudian, jadilah “4 Super Hero keren” funtastic! :-D
Senin, 15 November 2010
Kesan Pertama (Part 2 - end)
Senin, 08 November 2010
Perilaku Masyarakat Indonesia Di Zaman Modern
Efek dari perkembanan zaman yang begitu pesat mengakibatkan manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungan ynag menuntut masyarakat tidak seperti air yang mengalir begitu saja mengikuti keadaan lingkungan. Masyarakat seharusnya mampu mengendalikan dirinya agar tetap konsisten terhadap kondisi dirinya. Lingkungan pada zaman modern ini terlihat begitu cepatnya pertukaran informasi ke berbagai tempat. Masyarakat seharusnya mampu menganalisa informasi tersebut karena informasi ini tidak berasal dari lingkup dalam negeri tetapi juga di seluruh pelosok dunia. Tidak jarang berbagai budaya asing yang bertolak belakang dengan budaya kita masuk begitu saja dengan mudah.
Zaman modern memuntut manusia menjadi makhluk materialisme karena mereka akan dihadapkan dengan kebutuhan dunia yang menjanjikan kebahagiaan dalam hidup mereka. Tidak jarang karir masyarakat saat ini tidak berorientasi pada pemecahan masalah dalam masyarakat sesuai bidang mereka tetapi oreintasi materi belaka. Hal ini akan menjadikan kalangan orangtua cenderung melepas kewajiban untuk mendidik buah hatinya dengan menggantikan dengan bentuk kepedulian berupa harta. Anak sekarang hanya memperoleh pemenuhan kebutuhan mereka tanpa adanya bimbingan dan kontrol dari orangtua sehingga anak bebas membelanjakan harta pemberian dari orangtua. Tidak jarang penyimpangan perilaku anak begitu jelas di mata saat ini. Semua terjadi di semua kalangan dan daerah mana pun. Semoga masih ada masyarakat yang peduli dengan keadaan ini dan mampu menunjukkan kepeduliannya.
Apakah Anda juga bagian dari masyarakat ndonesia yang berperilaku seperti itu? Tentu hanya Anda dan Tuhan yang tahu semua. Sebuah pesan untuk Anda agar apa yang telah dilakukan dapat dipertanggungjawabkan dengan alasannya
Kiat Sukses Menembus SNMPTN
1. Belajar Secara Efektif dan Efisien
Cukup banyak metode belajar secara efektif dan efisien yang sudah dikenal. Misalnya cara membaca sistem SQ3R, yaitu Survey (penelitian pendahuluan), Question (membuat pertanyaan), Read (membaca), Recite (mengulang), dan Review(mempelajari secara menyeluruh). Namun pada kesempatann ini, penulis hanya mengemukakan langkah-langkah praktis untuk memantapkan materi kembali yang sudah diterima sejak kelas X hingga kelas XII SMA disesuaikan dengan ruang lingkup dan bahan uji pada SNMPTN.
Langkah Pertama
Buat program belajar untuk kurun waktu sekarang sampai SNMPTN mendatang meliputi mata pelajaran yang akan diujikan pada testing. Belajarlah setiap hari dan bagi waktu yang ada untuk memantapkan teori dasar, menghafal rumus-rumus, dan mengerjakan soal-soal untuk setiap mata pelajaran. Lamanya waktu belajar setiap pelajaran tidak harus sama, tergantung pada penguasaan yang telah dimiliki untuk masing-masing materi pelajaran. Kemudian buat ringkasan rumus-rumusnya.
Materi yang akan diujikan pada SNMPTN mayoritas berasal dari materi pelajaran di kelas XI SMA. Kondisi ini mengharuskan para siswa sudah menyiasati SNMPTN sejak dini, yaitu sejak awal kelas XII SMA menjelang SNMPTN saja terasa kurang.
Langkah Kedua
Kerjakan soal-soal SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batas waktu tanpa melihat catatan, seolah-olah dalam keadaan tes yang sesungguhnya. Setelah selesai, periksa jawaban dengan kunci yang ada untuk mengkaji berapa persen jawaban yang benar. Jawaban yang salah atau kosong harus dikerjakan kembali, akan tetapi kalau masih terbentur jangan malu bertanya kepada siapapun.
Langkah Ketiga
Analisis soal-soal SNMPTN lima tahun terakhir, kemudian kelompokkan soal-soalnya untuk mendapatkan data-data statistik materi dan tipe soal yang paling sering muncul untuk setiap bidang studi. Atas dasar ini siswa bisa lebih mempertajam persiapan belajar terhadap topik-topik yang lebih besar kecenderungan keluarnya pada SNMPTN. Dengan perkataan lain, cara belajar akan efektif atau tepat sasaran.
2. Strategi Memilih Jurusan/PTN
Inti dari strategi memilih jurusan/PTN adalah menentukan pilihan jurusan yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Di sini dibutuhkan data klasifikasi PTN maupun jurusannya dan tingkat kemampuan akademik siswa yang bersangkutan. Masalahnya memang tidsk sederhana karena data tersebut tidak dimiliki oleh umum. Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah memprediksi klasifikasi jurusan dan memprediksi tingkat kesiapan akedemik (kemampuan) siswa.
Memprediksi Klasifikasi Jurusan
Klasifikasi tingkat persaingan pada jurusan dapat diperkirakan dari reputai PTN-nya, data peminat, dan daya tampung jurusan yang dimaksud dikaitkan dengan pengalaman siswa-siswi tahun sebelumnya tentang berapa kira-kira nilai SNMPTN yang diterima pada jurusan tertentu. Hasil analisis seperti di atas dapat dituangkan dalam bentuk prediksi passing grade jurusan yang diinginkan.
Memprediksi Tingkat Kemampuan Akademik
Memprediksi tingkat kemampuan akademik dapat dilaksanakan dengan membuat soal tes simulasi/ try out dengan jumlah soal, tingkat kesulitan, waktu serta sistem penilaian yang sama dengan SNMPTN. Dengan mengikuti beberapa kali simulasi SNMPTN, siswa akan mengetahui nilai rata-rata yang diperoleh. Inilah yang menjadi acuan pemilihan jurusan.
Kiat Menentukan Pilihan Jurusan
Menentukan pilihan jurusan menyangkut risiko berhasil atau gagal dan berkaitan dengan masa depan. Oleh sebab itu siswa harus menentukan sendiri keputusan yang diambil Penulis hanya memberikan gambaran/komentar tentang komposisi pilihan yang seharusnya dibuat. Meskipun passing grade setiap jurusan bisa berubah setiap tahun, perlu kiranya diperhatikan data passing grade tahun-tahun sebelumnya. Pilihan pertama pada SNMPTN sebaiknya mempunyai passing grade yang tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata hasil tes simulasi SNMPTN siswa yang bersangkutan. Sedangkan pilihan kedua adalah jurusan yang passing grade-nya sekitar 5% hingga 10% lebih kecil dari passing grade pilihan pertama.








