A Journey of Life

This blog is made for all ages arround the world. I offer readers with all of features. The theme is abot life. Life not only material or phsycal only but also everythings we know in our life. We life for future.

MISS MAS SMADA 2009

Miss Mas SMADA 2009 adalah rangkaian acara PHBN dalam menyambut Hari Kartini dan Hari Pedidikan Nasional di SMA Negeri 2 Kediri yang rutin diadakan setiap tahun.

My First Book "Unforgettable Moments"

Kisah-kisah di buku ini adalah kisah penuh warna yang dialami oleh para kontributornya. Dari segala kisah yang ada diharapkan dapat memberikan pelajaran, hikmah, inspirasi dan manfaat bagi pembaca.

My Second Book "Kunti, I Love You dan Komedi Putar"

Buku 2 in 1 ini menyajikan 44 kisah cinta Pocong dan Kunti paling gokil dan romantis dan 34 kisah gokil berhadiah tawa yang pernah dialami oleh para penulisnya.

My Third Book, "Tas, Buku, dan Sepatu"

Buku ini adalah persembahan dari kawan-kawan grup Bunga Fiksi untuk mereka yang tak kenal lelah berjuang dan bertahan menggapai mimpi di bawah atap mata air ilmu, yaitu sekolah

Tampilkan postingan dengan label SNMPTN 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SNMPTN 2010. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Januari 2011

Penetapan Karir

Di saat kita sibuk mempersiapkan UNAS yang akan segera dilaksanakan, kita tentu memikirkan kelanjutan studi kita. Tidak jarang banyak siswa yang kebingungan menetapkan kelanjutan studinya. Pada postingan sebelumnya sudah dijelaskan dalam menetukan jurusan di PTN

Pada kesempatan singkat ini, penulis mencoba menjelaskan bagaimana seharusnya memilih jurusan di bangku kuliah. Kita ketahui setiap orang seusai menempuh pendidikan di tingkat tinggi yaitu bangku kuliah menginginkan untuk kerja sehingga dapat memenuhi kebutuhan.

Panduan praktis yang dapat diberikan yaitu terlebih dahulu menetapkan karier atau pekerjaan yang kita inginkan nantinya. Kenapa kita harus terlebih dahulu menetapkan karir? Karena karier itu akan kita jalani selamanya sehingga sepanjan hidup kita akan bergelut atau berkecimpung di dunia tersebut. Tentu sulit bagi orang umum untuk berganti-ganti profesi.

Dalam penetapan sebuah karier ada beberapa variabel yang mengikutinya. Minat merupakan faktor utama yang akan mengantarkan kita pada tingkat keberhasilan. Tentu semua orang paham dnn mengerti akan istilah “MINAT”. Minat merupakan bentuk kesukaan, kecintaan terhadap sesuatu. Dia akan berusaha mendakapatkan hal itu karena dia minat. Bila seseorang sudah minat dengan suatu bidang pekerjaan, dia akan selalu suka dan minat dengan pekerjaan itu dan tidak mersasakan kebosanan atau kejenuhan.

Bakat merupakan faktor pendukung dari minat. Bakat dapat diketahui melalui pengukuran konkrit. Seorang yang berbakat di bidang komputer tentu dapat terlihat. Bakat seseorang itu dapat dibentuk melalui proses. Tiap orang memiliki pontensi untuk berbakat di segala bidang tergantung bagaimana dia mengasah bakat dasar yang dia miliki. Bakat di sini dapat diperoleh melalui pembelajaran yang berkelanjutan. Bakat tiap manusia akan bersifat dinamis menuju kemajuan atau kemunduran tergantung bagaimana dia mengasahnya.

Keterhubungan antara minat dan bakat tidak dapat diremehkan. Setelah mengetahui tentang definisi dan fungsi masing-masing kita harus menghubungkannya. Seorang yang memiliki minat di bidang “A” sangat besar tetapi bakat di bidang “A” cukup memadai nanti dalam proses berkarir dapat menghasilkan karya besar. Mengapa demikian. Karena orang tersebut akan berusaha dengan keras untuk melakukan hal yeng terbaik di bidang “A” karena minat yang cukup tinggi dengan bakat yang cukup memadai itu. Bakat yang terus diasah tentu akan membuat dia memiliki bakat yang lebih daripada sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, jika ada seorang yang tidak mempunyai minat di bidang “A” tetapi bakat yang dimiliki juga lebih memadai tentu jika karirnya di bidang “A” ini dipilih tentu akan menghasilkan karya yang tidak begitu berarti. Hal ini disebabkan dia tidak ada rasa minat melakukan pekerjaan di bidang tersebut. Dia akan merasa jenuh dan bosan. Dimungkinkan pada awal masuk kerja akan memikirkan kapan waktu istirahat, lalu setelah istirahat pada shift berikutnya tentu akan muncul benak pemikiran kapan dia akan pulang. Tentu hal ini akan bertolakbelakang sekalai dengan orang yang pertama. Dia akan merasa senang melakukan pekerjaan walaupun waktunya lama.

Demikian lah ulasan keterkaitan antara minat dan bakat untuk penetapan karir. Selain lebih dahulu menetapkan karir, akan mmepermudah kita dalam melangkah setelah menyelesaikan pendidikan di bangu sekolah, arah yang seharusnya kita ambil nantinya. Sehingga mampu mengurangi angka pengangguran sekarang.

Bakat yang dapat dijadikan rujukan tidah harus lah mahir, misal seorang siswa ingin menjadi dokter, dia minat di dunia medis. Dalam kepribadiaanya dia tidak takut melihat darah, bila ada kecelakaan berusaha menolong atau melihat. Kepribadian ini akan bertolak belakang dengan cenderung yang tidak ada. Bisa dilihat dia akan merasa takut untuk melihat adarah atau kecelakaan. Konklusi yang diambil aspek kebribadian juga harus diperhatikan juga. Jangan sampa merasa menyesal nantinya.

Selain itu, aspek peran dalam bermasyarakat juga harus diperhatikan juga. Mengingat kita diciptakan tidak sebagai seorang individualis, tetapi sebagai makhluk sosial sehingga diharuskan mampu hidup bermasyarakat membentuk sebuah tatanan yang dinamis dan seimbang. Orientasi berkarir antara orang yang individualis tentu akan sanagta berbeda dengan orang sosial. Dia akan merasa sukses setelah menduduki sebuah jabatan dan akan melalukan pekerjaan untuk mendapatkan material. Tidak jarang mereka akan melakukan kerja supaya dapat gaji yang dapat mengundang tindakan korupsi. Hal ini akan berbeda sekali dengan orang yang merasa dirinya diciptakan juga sebagai makhluk sosial. Dia akan melakukan pekerjaannya dengan mengukur kadar seberapa besar kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat tentu tidak melupakan kebutuhan pribadinya.

Berikut contoh yang dapat diberikan: Seseorang yang menginginkan dokter sebagai kariernya tentu akan merasa sukses setelah dapat mendapatkannya. Ini akan dialami bagi orang yang individualis. Dia akan bekerja mati-matian mengumpulkan harta dengan ilmu yang dimiliki, tahap selanjutnya ingin memperdalam ilmunya sehingga nanti akan mempermudah dia memperoleh fee/uang. Lain halnya dengan orang yang sosial, dia akan berusaha memberikan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Dia akan mengembangkan ilmunya untuk meyelesaikan permasalahan yang ada. Dia akan berpikir seberapa banayak yang sembuh yang akan dia tangani, obat apa yang akan menyelesaikan sebuah wabah penyakit.

Semoga uraian singkat dan padat ini bermanfaat bagi para pembaca. Perlu diketahui bahwa ini hanya untuk menetapkan karir sebagai pijakan melanjutkan studi. Faktor ekonomi keluarga juga perlu diperhatikan. Hal terpenting jangan sampai memilih jurusan di bangku kuliah hanya sebagai prestise lingkungan, tuntutan orangtua, dan yang menyedihkan karena ikut-ikutan saja.
Read more >>

Senin, 08 November 2010

Kiat Sukses Menembus SNMPTN

Sudah menjadi fakta bahwa setiap tahun persaingan untuk menembus SNMPTN semakin meningkat. Keberhasilan seseorang tidak lagi semata-mata hanya ditentukan oleh kesiapan akademik, akan tetapi faktor mental, pengetahuan prosedur pendaftaran secara komputerisasi, bahkan strategi, ikut menentukan.

Kenyataan yang sering kita lihat, misalnya saja Chandra lulus pada SNMPTN, sementara Fandy teman sekelasnya di SMA ternyata gagal. Padahal Fandy lebih pintar daripada Chandra. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya ada dua kemungkinan, yaitu terjadi kesalahan teknis/administratif atau salah strategi.

Kesalahan tenis/administratif akan berakibat fatal. Salah mengisi data berarti kalah sebelum “perang” dimulai. Sebab itu data harus diisi dengan hati- hati dan benar. Ikutilah semua petunjuk yang ada dalam Buku Panduan SNMPTN dan jangan percaya pada saran/cara yang disampaikan oleh siapapun jika berbeda dengan apa yang terdapat dalam buku panduan.

Strategi adalah perencanaan cermat dan efektif mengenai kegiatan, langkah dan metode untuk mencapai sasaran. Dengan demikian, strategi merupakan faktor yang dominan dalam meraih sukses. Keasalahan strategi bisa meliputi strategi belajar atau strategi memilih jurusan dalam SNMPTN. Berikut ini akan dibahas strategi belajar menjelang SNMPTN maupun strategi memilih jurusan dalam SNMPTN.



1. Belajar Secara Efektif dan Efisien

Cukup banyak metode belajar secara efektif dan efisien yang sudah dikenal. Misalnya cara membaca sistem SQ3R, yaitu Survey (penelitian pendahuluan), Question (membuat pertanyaan), Read (membaca), Recite (mengulang), dan Review(mempelajari secara menyeluruh). Namun pada kesempatann ini, penulis hanya mengemukakan langkah-langkah praktis untuk memantapkan materi kembali yang sudah diterima sejak kelas X hingga kelas XII SMA disesuaikan dengan ruang lingkup dan bahan uji pada SNMPTN.

Langkah Pertama

Buat program belajar untuk kurun waktu sekarang sampai SNMPTN mendatang meliputi mata pelajaran yang akan diujikan pada testing. Belajarlah setiap hari dan bagi waktu yang ada untuk memantapkan teori dasar, menghafal rumus-rumus, dan mengerjakan soal-soal untuk setiap mata pelajaran. Lamanya waktu belajar setiap pelajaran tidak harus sama, tergantung pada penguasaan yang telah dimiliki untuk masing-masing materi pelajaran. Kemudian buat ringkasan rumus-rumusnya.
Materi yang akan diujikan pada SNMPTN mayoritas berasal dari materi pelajaran di kelas XI SMA. Kondisi ini mengharuskan para siswa sudah menyiasati SNMPTN sejak dini, yaitu sejak awal kelas XII SMA menjelang SNMPTN saja terasa kurang.

Langkah Kedua

Kerjakan soal-soal SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batas waktu tanpa melihat catatan, seolah-olah dalam keadaan tes yang sesungguhnya. Setelah selesai, periksa jawaban dengan kunci yang ada untuk mengkaji berapa persen jawaban yang benar. Jawaban yang salah atau kosong harus dikerjakan kembali, akan tetapi kalau masih terbentur jangan malu bertanya kepada siapapun.

Langkah Ketiga

Analisis soal-soal SNMPTN lima tahun terakhir, kemudian kelompokkan soal-soalnya untuk mendapatkan data-data statistik materi dan tipe soal yang paling sering muncul untuk setiap bidang studi. Atas dasar ini siswa bisa lebih mempertajam persiapan belajar terhadap topik-topik yang lebih besar kecenderungan keluarnya pada SNMPTN. Dengan perkataan lain, cara belajar akan efektif atau tepat sasaran.

2. Strategi Memilih Jurusan/PTN

Inti dari strategi memilih jurusan/PTN adalah menentukan pilihan jurusan yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Di sini dibutuhkan data klasifikasi PTN maupun jurusannya dan tingkat kemampuan akademik siswa yang bersangkutan. Masalahnya memang tidsk sederhana karena data tersebut tidak dimiliki oleh umum. Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah memprediksi klasifikasi jurusan dan memprediksi tingkat kesiapan akedemik (kemampuan) siswa.

Memprediksi Klasifikasi Jurusan

Klasifikasi tingkat persaingan pada jurusan dapat diperkirakan dari reputai PTN-nya, data peminat, dan daya tampung jurusan yang dimaksud dikaitkan dengan pengalaman siswa-siswi tahun sebelumnya tentang berapa kira-kira nilai SNMPTN yang diterima pada jurusan tertentu. Hasil analisis seperti di atas dapat dituangkan dalam bentuk prediksi passing grade jurusan yang diinginkan.

Memprediksi Tingkat Kemampuan Akademik

Memprediksi tingkat kemampuan akademik dapat dilaksanakan dengan membuat soal tes simulasi/ try out dengan jumlah soal, tingkat kesulitan, waktu serta sistem penilaian yang sama dengan SNMPTN. Dengan mengikuti beberapa kali simulasi SNMPTN, siswa akan mengetahui nilai rata-rata yang diperoleh. Inilah yang menjadi acuan pemilihan jurusan.

Kiat Menentukan Pilihan Jurusan

Menentukan pilihan jurusan menyangkut risiko berhasil atau gagal dan berkaitan dengan masa depan. Oleh sebab itu siswa harus menentukan sendiri keputusan yang diambil Penulis hanya memberikan gambaran/komentar tentang komposisi pilihan yang seharusnya dibuat. Meskipun passing grade setiap jurusan bisa berubah setiap tahun, perlu kiranya diperhatikan data passing grade tahun-tahun sebelumnya. Pilihan pertama pada SNMPTN sebaiknya mempunyai passing grade yang tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata hasil tes simulasi SNMPTN siswa yang bersangkutan. Sedangkan pilihan kedua adalah jurusan yang passing grade-nya sekitar 5% hingga 10% lebih kecil dari passing grade pilihan pertama.
Read more >>

Jumat, 09 April 2010

Kesalahan Teknis Pengerjaan LJK SNMPTN

Sukses di SNMPTN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengerjakan soal dan kesiapan mental saja namun ada hal yang juga sangat penting diperhatikan yaitu kemampuan mengisi di atas lembar jawab komputer. Fakta membuktikan bahwa dalam setiap SNMPTN, tidak kurang dari 30% peserta melakukan kesalahan dalam pengisian maupun hal-hal teknis lain yang berhubungan dengan lembar jawab komputer. Kesalahan-kesalahan ini tidak jarang membuat siswa tidak diterima di PTN tujuannya meskipun secara materi mampu mengerjakan soal. Beberapa kesalahan tersebut adalah:

1. Tidak menggunakan pensil 2B tatu menggunakan pensil 2B tetapi palsu
Program scanning dengan menggunakan Opscan NCS seperti dalam SNMPTN didesain menggunakan pensil 2B. Selain pensil 2B akan ditolak. Dalam hal ini tidak ada alternatif lain selain siswa harus menggunakan pensil 2B yang terjamin keasliannya.

2. Tidak mengisi kode naskah
Dari pengalamana yang lalu, ternyata soal SNMPTN tidak hanya terdiri dari satu kota saja. Untuk itu penulsan kode naskah menjadi sangat penting karena menyangkut konversi pada kunci jawaban sesuai dengan kode naskahnya. Tidak diisinya kode naskah atau kesalahan mengisi kode naskah akan menyebabkan seluruh jawaban tidak terbaca oleh komputer pengoreksi.


3. Bulatan jawaban kurang penuh atau terlalu melebar dari bidang yang disediakan
Kesalahan ini akan berdampak pada tidak terbacanya bagian yang dibulatkan saja, namun kalau ini terjadi pada bidang kode naskah maka akibatnya akan sama dengan butir kedua di atas.

4. Memberi lapisan tertentu pada lembar jawab (semisal lilin)
Dalam masyarakat kadang beredar pandangan yang menyatakan bahwa jika lembar jawaban diberi lapisan tertentu semisal lilin, akan menyebabkan kesalahan jawaban tidak terdeteksi. Pandangan ini jelas sangat keliru karena justru akan sangat merugikan siswa karena secara teknis akan mengganggu proses scanning.

5. Lembar jawab kotor, basah, terlipat atau sobek
Dalam setiap lembar jawab komputer pasti selalu diingatkan bahwa lembar jawab tidak boleh kotor, basah, terlipat atau sobek karena hal ini memang akan sangat berpengaruh pada akurasi pengoreksian yang paa akhirnya akan merugikan peserta.

Wah, kalau begiru rumit juga ya...? Ah, ndak juga. Yang terpenting adalah ikuti saja petunjuk yang ada, tanyakan pada yang lebih tu jika terdapat hal-hal yang nggak jelas dan jangan lakukan sesuatu yang kamu nggak yakin atau nggak punya pengetahuan yang cukup tentang hal itu.
Read more >>

Senin, 05 April 2010

Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi Negeri

Memilih jurusan sebenarnya bukan merupakan hal yang sulit namun juga bukan hal mudah karena berhubungan tidak saja dengan kemampuan menembus SNMPTN namun lebih dari itu kelancaran dalam studi dan masa depan juga harus menjadi pertimbangan. Tidak sedikit siswa pandai yang gagal menembus SNMPTN karena terlalu tinggi pilihan jurusannya. Di pihak lain, banyak siswa yang sudah diterima di PTN namun menghadapi kendala perkuliahan. Kendala tersebut bisa disebabkan beberapa hal diantaranya:

1. Tidak mengikuti materi perkuliahan dengan baik sehingga drop out.
2. Tidak berminat dengan jurusan yang diambilnya.
3. Berhenti di tengah jalan karena kendala biaya.

Hal tersebut di atas tidak akan terjadi jika dalam memilih jurusan benar-benar mempertimbangkan beberapa aspek di bawah ini:

ASPEK MINAT
Aspek minat ini perlu diperhatikan karena banyak kasus membuktikan bahwa umumnya mahsiswa yang kuliah bkan pada jurusan yang diminatinyatidak mampu menyelesaikan kuliahnya tepat waktuatau sengaja keluar dari kuliahnya. Sayangnya, banyak siswa yang bahkan atidak tahu bidang minatnya sendiri.

Sebenarnya, minat bisa dilacak dari nilai-nilai bidang studi siswa selama siswa sekolah di SMA. Misal, siswa yang nlai fisikanyan tingi cenderung memiliki minat pad bidang teknik, siswa yang nilai kimianya tinggi cenderung bermnata pada bidang kimia atau farmasi, siswa ang nilai ekonominya tinggi memiliki kecenderungan berminat pada bidang Manajemen. Akuntansi, atau sejenisnya. Mengapa demikian? Banyak penelitian yang membuktikan bahwa prestasi seseorang secara signifikan berhubungan dengan minatnya atau sebaliknya.

KEMAMPUAN
Dalam memilih jurusan, siswa harus mampu mengukur dirinya dibanding dengan peserta tes lainnya. Syarat ini penting untuk memastikan seorang siswa mampu bersaing dengan peserta lain yang mengambil jurusan dan PTN yang sama di SNMPTN. Pada sisi lain, siswa juga harus memahami kemampuan dasar apa yang harus dimilik imanakala dia mengambil suatu jurusan tertentu, semisal seorang kuliah pada Fakultas Teknik dia harus menguasai materi dasar seperti Matematika dan Fisika, seoarang yang kuliah di Fakultas Farmasi harus menguasai Matematika dan Kima, seorang yang kuliah di Fakultas Ekonomi harus menguasai Matematika dan Ekonomi/Akuntansi, dsb. Mamahami kemampuan dasar ini penting untuk menjamin kelancaran studinya manakal siswa diterima di PTN,

Aspek kemampuan lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah kemampuan finansial. Barangkali bagi golongan ekonomi menengah ke atas, masalah ini bisa dikesampingkan, namun bagi golongan ekonomi menengah ke bawah aspek finansial bisa karena kendala finansial ini. Memang berbagai perguruan tinggi menyediakan sarana beasiswa bagi yang tidak ampu. Namun jumlahnya sangat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi yang berprestasi.

PENGETAHUAN PROSPEKTUS JURUSAN
Dalam memilih suatu jurusan siwa baru harus paham betul profil jurusan yang dipilihnya, baik mengenai apa yang dipelajari dalam jurusan tersebut, prospek kerja maupun hal-hal teknis berhubungan dengan jurusan tersebut. Faktanya, banyak siswa memilih jurusan hanya ikut-ikutan atau sekadar mendengar opini bahwa jurusan A bagus, jurusan B berkualitas. Ketidakpahaman mengenai prospektus jurusan juga bisa berdampak pada kelancaran studi pada saat menjadi mahasiswa karena apa yang dihadapi tidak seperti apa yang dibayangkan sehingga mempengaruhi minat dalam kuliah yang pada ujungnya akan berpengaruh pada prestasi akademiknya.

SYARAT KHUSUS
Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebenarnya tidak selesai dengan tes tertulis saja karena setelah hasil tes tertulis (SNMPTN) diumumkan, calon mahasiswa masih harus menyelesaikan serangkaian tes uji kesehatan. Beberapa jurusan mensyaratkan mahsiswanya tidak boleh memiliki elemaha berupa buta warna seperti diantaranya jururan Pendidkan Dokter, Teknik Kimia, Kimia, Ilmu Kelautan, Budidaya Perairan, Teknik Lingkungan, Ilmu Keperawatan, Oseanografi, Teknik Geologi, Teknik Perkapalam, Psikologi, Gizi, dan lain-lain karena bisa mengganggu proses dan keberhasilan belajar mahasiswa itu sendiri. Demikian juga beberapa jurusan mensyaratkan tidak boleh memiliki cata fisik.

Pemahaman masalah ini penting agar siswa tidak mengalami kekecewaan karena hakn ya digugurkan sebagai akibat diketahui mempunyai kelainan buta warna/cacat fisik tertentu meskipun sudah dinyatakan diterima sebagai mahasiswa lewat jalur SNMPTN.

Untuk beberapa jurusan tertentu, calon mahasiswa masih harus menjalaani serangkaian tes uji ketrampilan. Beberapa jurusan tersebut misalnya, Pendidikan Seni Tari, Pendidikan Seni Musik, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
Read more >>

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More